Jerawat Membandel? Mungkin ini penyebabnya...

by - 11:44:00 PM


Holla ma belle! 

Jerawat?! Udah jadi masalah bagi tiap orang deh kayaknya.
Tapi bagaimana dengan jerawat membandel? Yuk cari tahu penyebabnya.

Sebelum itu, aku mau cerita sedikit. Jadi Senin lalu aku di undang Beautynesia untuk hadir dalam acara DISCOVER NEW CONFIDENCE yang mengambil tema "Waspadai Hyperandrogen!Penyebab Jerawat Membandel pada Wanita". Nah, cocok banget kan sama pembahasan kita kali ini. 


Acara tersebut bertempat di Rumah Kongkow di daerah Rawamangun. Seminar ini diisi oleh narasumber yang mumouni di bidangnya, yaitu dr. Haekal Anshari, M. Biomed. dari Z Premier Clinic.

Hyperandrogen


Mungkin asing di telinga kita dengan kata-kata Hyperandrogen. Namun bagaimana dengan androgen? Androgen sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh pria. Nah bagaimana jika diproduksi oleh wanita? Ini lah yang disebut dengan Hyperandrogen.

Sumber: https://www.slideshare.net/LifecareCentre/polycystic-ovarian-disease-hyperandrogenism-evidence-based-update-on-diagnosis-consequences
 Gejala klinis dari Hyperandrogen salah satunya adalah JERAWAT MEMBANDEL seperti yang sudah aku sebutkan di awal. Gejala klinis lainnya dari Hyperandrogen dikenal dengan AHAS:

A: Acne (Jerawat)
H: Hirsutism (Timbul bulu halus pada daerah tidak semestinya; kumis, janggut)
A: Alopecia (Kebotakan pada rambut kepala)
S: Seborrhea (Kulit berminyak)

Hyperandrogen tersebut disebabkan oleh dua faktor. Yang pertama, FAKTOR ENDOGEN (faktor yang bawa sejak dalam kandungaan; bawaan) seperti Sindrom Ovarium Polisiklik, Hiperplasia kelenjar adrenal, serta tumor. Nah faktor selanjutnya adalah FAKTOR EKSOGEN (faktor yang di pengaruhi dari luar seperti lingkungan, biomedis, pola hidup) seperti penggunaan steroid anabolik, penggunaan kontraepsi oral kombinasidengan aktivitas efek parsial androgen dan pengobatan dengan kortikosteroid.

So, kalau kalian memiliki jerawat membandel dan sudah kalian terapi seperti terapi acne pada umumnya namun belum juga hilang, mungkin saja kalian mengidap Hyperandrogen. 
Tenang, hyperandrogen tersebut ada terapinya kok.

Terapinya tak lain dan tak bukan adalah anti-androgen. Salah satu anti-androgen yang tak asing kita dengan adalah pil KB. Yups, pil KB dengan mekanisme kerja menjaga keseimbangan hormon.

Namun, sebelum mengkonsumsinya, diharapkan kalian untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu ya. Untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.

Untuk mengetahui info-info lebih lanjut mengenai Hyperandrogen maupun masalah kesehatan lainnya, kalian bisa banget loh download GueSehat, yaitu sebuah aplikasi yang berisi informasi-informasi tentang dunia kesehatan.

Sekian dulu ya sharing-sharing hasil seminar lalu, semoga bermanfaat.



Instagram @nands.id - Youtube Anisa Nurrananda 
FB Fanpage nands.id


Much Love,




You May Also Like

0 komentar